Hindari 5 jawaban ini saat wawancara kerja

Posted: September 28, 2012 in Tips Wawancara Kerja
Tags: , ,

Menjawab pertanyaan wawancara kerja juga butuh strategi demi memberikan kesan positif dan memberikan nilai tambah bagi si calon karyawan.

Menurut Anthony Balderrama dalam jurnalnya yang berjudulHow to Answer “Tell Me a Little About Yourself”, ada lima jawaban wawancara kerja yang sebaiknya Anda hindari. Jadi, kalau jawaban ini muncul di kepala Anda, pikir ulang kembali sebelum mengatakannya.

1. “Saya pernah bekerja di perusahaan A dan tidak suka pada bos dan pekerjaan di sana.”
Tiap profesi tentu punya tantangan sendiri, entah rekan kerja yang menyebalkan, bos galak, atau pembagian kerja yang tak sesuai harapan. Boleh saja kesal tapi bukan berarti Anda boleh mengutarakannya kepada semua orang, apalagi di depan pewawancara. Misalnya, Anda benci pada bos lama karena gemar marah-marah dan sering memberi pekerjaan tambahan, padahal, siapa tahu, sosok yang sedang mewawancarai Anda merasa tersinggung karena ia juga seperti itu.

2. “Saya merasa cocok dengan pekerjaan ini dan akan melakukan apa pun untuk bisa bekerja di perusahaan Anda secepatnya.”
Menunjukkan ketertarikan memang perlu, namun bila sudah pada tahap Anda meminta dan terkesan sangat butuh pekerjaan, ini bisa menurunkan nilai jual kita. Sebaiknya ikuti proses rekrutmen yang telah ditetapkan perusahaan dan cukup katakan, “Saya tertarik dengan pekerjaan ini karena…”

3. “Saya itu pekerja keras, cinta tantangan, tak takut target…”
Jangan juga mengumbar skill yang sebenarnya tidak memiliki referensi dan membuat kita terkesan mengumbar janji. Misalnya dengan menganggap diri pekerja keras, bisa dipercaya, bertanggung jawab, kredibel, dan lainnya. Cukup ungkapkan pengalaman kerja atau modal pendidikan yang telah Anda miliki.

4. “Saya tertarik pada ajaran agama A dan partai politik B”
Hindari bersikap SARA, sebab perusahaan akan menganggap Anda tak mampu menghargai perbedaan dan berpotensi membuat masalah dengan rekan kerja.

5. “Keluarga saya..” atau “Saat saya kecil…”
Sebaiknya hindari untuk menceritakan hal pribadi, baik soal keluarga atau pacar kecuali mereka bertanya. Ini hanya akan membuat kita terkesan tidak profesional karena tidak bisa membedakan urusan pribadi dan pekerjaan.

semoga bermanfaat y guys..🙂

Sumber: Kompas

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s